Minggu, 05 Agustus 2012

4 Rahasia Kesuksesan Bangsa Korea

Mengapa Amerika butuh waktu 200 tahun alias 2 abad untuk bisa menjadi sukses seperti sekarang ini, sedangkan Jepang dan Korea Selatan hanya membutuhkan waktu kurang lebih setengah abad atau sekitar 50 tahun untuk bisa unggul dan menjadi salah satu negara termaju di dunia seperti yang kita lihat sekarang?

Korea Selatan misalnya, banyak diprediksikan oleh para pakar bahwa dalam tempo 10 tahun mendatang Korea akan berubah menjadi negara termaju di dunia mengalahkan Jepang maupun Amerika Serikat! Wah, hebat bener yah ;-)

Kenapa Korea -- dalam hal ini Korea Selatan -- bisa begitu sukses luar biasa dan mencengangkan dunia dengan kemajuan negaranya -- dalam banyak bidang terutama dalam bidang teknologi informasi, elektronika, otomotif, konstruksi bangunan dan kapal -- yang rakyatnya sendiri begitu shock melihat perkembangan negaranya? Banyak hal.
Mau tau apa aja? Dilanjutin bacaan yah ;-)

Beberapa diantaranya yang perlu kita teladani sebagai kunci sukses mereka adalah:
1. FOKUS,
2. TOTALITAS
3. KEDISIPLINAN serta
4. KEGIGIHAN yang luar biasa dalam berusaha dan tak kenal lelah membangun negara dan bangsanya keluar dari keterpurukan menjadi negara yang sangat maju di dunia.

Orang Korea sudah biasa bekerja 14 - 18 jam sehari, 94 - 126 jam seminggu. Coba bandingin dengan kita, bekerja 8 jam sehari aja gak maksimal n malesnya minta ampun hehehe... Orang Korea dikenal sebagai bangsa yang memiliki etos kerja yang sangat tinggi. (Kalo Indonesia etos nganggurnya yang tinggi hehehe...) Bagi mereka waktu bukan hanya uang, emas, ataupun pedang, waktu adalah kehidupan itu sendiri. 

Maka tak heran jika orang Korea begitu fokus dan total dalam segala hal. Bila datang waktu kerja, mereka kerja dengan totalitas sedang bila tiba waktu libur mereka betul - betul memanfaatkan waktu liburnya secara totalitas untuk memulihkan kembali (recreate) semangat dan gairah agar dapat bekerja lagi dengan total, optimal dan maksimal.

Masyarakat Korea sangat dikenal dunia dengan teknologinya. Siapa sih yang gak kenal merek Samsung, LG, Daewoo, atau Hyundai? Bukan hanya dalam bidang teknologi. Dalam bidang pendidikan, Korea adalah negara dengan populasi penduduk bergelar Doktor dan Professor tertinggi di dunia! (Ck..ck..ck.. hebat buenerrr yah) Sungguh luar biasa! Mereka sadar betul bahwa pendidikan adalah salah satu investasi terbaik masa depan -- dan sepanjang masa -- serta menjadi parameter dan tolak ukur kesuksesan sebuah negara!

Bagaimana dengan Indonesia? (waduh gak komen deh hehehe...) Sungguh amat menyedihkan sekaligus memalukan (bener gak tuh) :-( Kita sudah setengah abad lebih merdeka tetapi bukannya bergerak maju malahan semakin hari semakin mundur, terpuruk, dan tertinggal dari negara lain. Tah usah Korea, dari negara yang baru merdeka semisal Vietnam saja kita sudah tertinggal (gile benerrr hehehe...) apatah lagi dengan Malaysia, Singapura, Cina ataupun Korea. Kita memang harus banyak belajar (Belajar kembali dari nol kali yah) Belajar dari bangsa - bangsa lain di dunia yang telah duluan maju. Sudah saatnya bangsa ini bangkit. Yakinilah kita bisa seperti mereka. (ayo, kamu bisa!) Bahkan melebihi mereka pun bisa. Itu hanya persoalan waktu.

Bagaimana anda setuju dengan pendapat saya??! atau anda memiliki pendapat yang berbeda....saya tunggu komentarnya....
Jika menurut sobat artikel ini menarik dan bermanfaat, silahkan vote ke Lintas Berita agar artikel ini bisa di baca oleh orang lain. Terima kasih.

Minggu, 05 Agustus 2012 , 04:47:00 Sehari Ditahan, Belum Diperiksa Brigjen Didik Cs Istirahat di Tahanan Brimob

JAKARTA – Pemerintah tampaknya risau kalau penyidikan kasus korupsi Korps Lalu Lintas (Korlantas) merembet ke arah ”Cicak v Buaya” jilid II. Kemarin Menko Polhukam Djoko Suyanto mengumpulkan stafnya untuk rapat khusus membahas kasus ini. Tak hanya soal penahanan empat tersangka oleh Polri di Rutan Brimob (JP 4/8), tapi juga soal dokumen barang bukti.

Setelah rapat, mantan panglima TNI itu memerintahkan Kapolri dan ketua KPK segera berkoordinasi. ”Saya minta mereka bertemu lagi dengan suasana tenang, tidak seperti yang tecermin di media,’’ ujarnya.

Cicak v Buaya adalah istilah yang diciptakan aktivis saat Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah (keduanya mantan pimpinan KPK) dijadikan tersangka oleh Mabes Polri. Akhirnya presiden saat itu membentuk tim 8 dan kasusnya berujung pada keputusan deponering.

Menko Polhukam memerintahkan Kapolri Jenderal Timur Pradopo dan Ketua KPK Abraham Samad menuangkan hasil pertemuan itu secara tertulis setelah bertemu. Mereka tidak boleh menyimpan sendiri hasil pertemuan itu dan wajib menggelar konferensi pers bersama-sama.

Muaranya, mereka bisa menjelaskan apa yang terjadi saat ini dengan gamblang. Djoko yakin, keterangan yang diberikan bersama-sama bisa menghentikan suasana panas.

Apa bentuk pertemuan itu? Djoko menegaskan, paling tidak bentuknya sama dengan pertemuan pada Selasa (31/7) lalu. Seperti diketahui, pada pertemuan pertama itu muncul kesepakatan mengenai joint investigation. KPK boleh menyidik tersangka DS (Irjen Djoko Susilo) dan sisanya diberikan kepada Mabes Polri.

Ada alasan mengapa dia sampai harus menyampaikan permintaan tentang pertemuan itu. Dia menyebut, kasus senilai Rp 196 miliar itu bakal susah selesai kalau polemik tidak kunjung usai. ’’Apalagi, saat ini dinamikanya sudah tidak sehat lagi dan harus segera dituntaskan,’’ tandasnya.

Nah, setelah semuanya dijelaskan oleh kedua pimpinan institusi penegak hukum itu, Djoko juga meminta masyarakat terus memantaunya. ”Mana yang tidak beres disuarakan dan dilaporkan. Dengan begitu, kasus yang menyeret beberapa petinggi Mabes Polri itu bisa berjalan transparan dan kompak,” katanya.

Seharian kemarin tak ada pemeriksaan terhadap tiga tersangka yang ditahan penyidik Bareskrim sejak Sabtu dini hari kemarin. Satu jenderal dan dua perwira menengah itu beristirahat setelah masuk ke rutan Brimob pada Sabtu pukul 00.15. ”Memang, karena Sabtu, tentu itu diskresi penyidik untuk istirahat,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar kemarin.

Brigjen Didik Purnomo ditempatkan di blok B1, AKBP Teddy Rismawan mendekam di blok B3. Sementara, Kompol Legimo menghuni blok 4. Mereka juga menikmati makan sahur dengan menu yang disediakan pihak rutan.

Juru Bicara Rutan Brimob AKBP Budiman menjelaskan, meski kedatangan tiga tersangka kasus penting, pengamanan tetap standar. ”Semua berjalan sesuai dengan protap,” katanya.

Kamar tahanan di blok B Rutan Brimob lumayan baik. Di blok ini terdapat beberapa kamar. Setiap kamar terdiri atas ruang yang lapang, kira-kira berukuran 3 x 4 meter. Di setiap kamar terdapat satu tempat tidur yang agak besar. Tak jauh dari tempat tidur, arah ke pintu terdapat satu set bangku. Bentuknya satu sofa dan dua bangku panjang. Ada meja kayu di tengahnya. Pencahayaan kamar juga lumayan bagus. Di kamar blok B juga ada pendingin udara.

Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak mau gegabah meski Mabes Polri sudah menangkap Brigjen Pol Didik Purnomo cs Jumat (3/8) malam lalu. Para pimpinan yang dipimpin Abraham Samad ini memilih menunggu situasi dan akan kembali menemui Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo pekan depan.

Beberapa saat setelah kabar penangkapan Didik cs tersiar, suasana markas KPK di Jalan Rasuna Said sedikit memanas. Bahkan, Jumat malam beredar kabar bahwa akan ada ”serangan” pihak polisi ke gedung KPK. Mereka ingin merebut kembali barang bukti yang tersimpan di kontainer di halaman belakang gedung KPK.

Juru Bicara KPK Johan Budi saat dihubungi Sabtu dini hari enggan berkomentar banyak soal penangkapan Didik. ”Biar saja, penangkapan itu urusan kepolisian,” ujarnya.

Johan tidak mau berkomentar banyak karena khawatir memperkeruh suasana. Yang jelas, kata dia, pimpinan KPK akan terus berupaya menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik dengan pihak kepolisian. ”Intinya, pekan depan pimpinan (KPK) sudah sepakat kembali bertemu dengan Kapolri,” imbuhnya lantas menyudahi pembicaraan.

Secara terpisah, seorang sumber di KPK mengatakan, suasana di ruang pimpinan dan penyidik KPK semakin memanas saat Kabareskrim Komjen Pol Sutarman mengumumkan Didik cs tersangka dan segera menahannya. ”Sejak Kamis (2/8) pimpinan sering rapat. Pokoknya, bagaimana caranya kasus ini bisa dituntaskan tanpa ada cicak-buaya lagi,” kata sumber tersebut.

Sementara itu, Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Anang Iskandar membantah bahwa penahanan Didik cs dilakukan dengan tergesa-gesa. Menurut Anang, penahanan itu berdasar hasil penyidikan yang cukup bukti.

Apakah polisi takut Didik cs terlebih dahulu ditangkap KPK dan ini merupakan langkah polisi untuk mengamankan para petingginya? ”Pemeriksaan kami terhadap kasus ini sudah selesai sehingga tersangkanya ditahan. Ini juga membuktikan bahwa kami sangat serius menangani kasus korupsi ini,” katanya.

Mantan Kapolwiltabes Surabaya itu menerangkan, dalam kasus ini pihaknya sudah memeriksa 33 saksi penting. Nah, setelah menahan tersangka, pihaknya segera melakukan pemeriksaan dan pemberkasan agar kasusnya bisa segera dilimpahkan ke pengadilan.

Anang membantah kabar bahwa polisi akan menyerbu KPK untuk mengambil alih barang bukti yang disita. Kata dia, bukti-bukti sudah ada di polisi. Adapun bukti yang ada di KPK adalah bukti yang diinginkan KPK. ”Tapi, karena jumlahnya banyak, kuncinya dipegang petugas KPK dan kami hanya menjaga,” ujarnya.

Secara terpisah, tantangan Mabes Polri untuk membawa penafsiran pasal 50 ayat 1-4 UU 30/2002 tentang KPK ke pengadilan disambut Mahkamah Konstitusi (MK). Kepada Jawa Pos Jubir MK Akil Muktar mengatakan bahwa perselisihan itu bisa dibawa ke ruang sidang institusi pimpinan Mahfud M.D tersebut.

’’Kalau perkaranya masuk, kami siap menyidangkannya,’’ ujarnya. Namun, dia enggan berkomentar lebih lanjut tentang tafsir pasal tersebut sebelum sidang dilakukan.

Seperti diberitakan, Polri tetap ngotot melakukan penyidikan karena merasa tak melanggar aturan hukum. Menurut Kabareskrim, satu-satunya jalan yang bisa menghentikan pihaknya bekerja saat ini adalah keputusan pengadilan. Kalau belum ada, pihaknya tetap melakukan penyidikan sampai usai.

Wakil Ketua Komisi III DPR Tjatur Sapto Edy mendorong Kapolri dan pimpinan KPK agar duduk bersama secepatnya. Melalui pertemuan itu dapat dibuat kesepakatan dan kesepahaman atas kasus yang tengah ditangani.

’’Harus ketemu. Saya yakin nggak ada yang nggak bisa diselesaikan. Pucuk pimpinan polisi dan KPK sama-sama takut Tuhan kok. Frekuensi dan resonansinya sama. Jadi, ini pasti bisa ketemu,’’ kata Tjatur tadi malam.

Dia juga berharap rekan-rekannya sesama anggota komisi III tidak mengeluarkan pernyataan yang memperkeruh suasana. ’’Kita harus bisa mendorong ke arah kesejukan, sehingga Polri dan KPK bisa bekerja sama,’’ tegasnya.

Tjatur menyampaikan, publik dan para politisi harus melihat kemanfaatan yang lebih luas dari sisi negara. Polisi, KPK, dan kejaksaan sama-sama merupakan aset bangsa. ’’Jangan memuja yang satu dan menegasikan yang lain. Soalnya, sekarang semua orang seolah menyembah KPK dan menghinakan polisi. Janganlah begitu,’’ ucap ketua Fraksi PAN itu.

Dia memahami, dalam mengusut kasus itu KPK berpegang pada UU. Tapi, menurut Tjatur, KPK sebaiknya bersikap bijaksana dengan tidak memaksakan diri. KPK cukup mengambil peran koordinasi dan supervisi. Jadi, tidak perlu sampai melakukan penindakan.

’’Walaupun itu (penindakan, Red) sesuai dengan UU, buat apa kalau ada yang tersingkirkan atau terluka. Saya khawatir ada hal yang kurang bijaksana. Lebih baik kita naik di atas UU, yakni Pancasila. Di dalam Pancasila itu ada musyawarah dengan kebijaksanaan,’’ bebernya.

Dia menambahkan, UU hadir untuk menjamin kepastian hukum. Tapi, di atasnya ada keadilan dan kemanfaatan. ’’Itulah perlunya kebesaran jiwa,’’ ungkapnya.

Selasa, 05 Juni 2012

Cara Dahlan Bersih-bersih Perusahaan BUMN


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan memiliki cara lain membuat mitra kerjanya di BUMN bekerja ikhlas dan jujur. Hari pertama bekerja sebagai Menteri BUMN Dahlan mengumpulkan semua bawahannya menggelar rapat.
Dalam rapat tersebut Dahlan mengajak mereka untuk kembali kepada spirit perjuangan ketika masih menjadi mahasiswa. "Dulu kan kita aktivis mahasiswa," katanya saat menjadi pembicara di Universitas Indonesia (UI), Rabu, 16 Mei 2012.
Dahlan kemudian mengingatkan kembali, setidaknya ada dua hal yang selalu mereka tuntut kepada pemerintah saat itu. yaitu, Jangan korupsi dan Rombak Birokrasi. "Nah mari kita lakukan itu sekarang," ajaknya dalam rapat pertama itu. "Akhirnya, semuanya sepakat untuk melakukannya."
Dahlan mengaku hal yang serupa telah ia lakukan ketika pertama menjadi Direktur Utama PLN. Dia mengajak lembaga di bawahnya untuk bekerja dengan sungguh-sungguh. "Ini sudah saya lakukan di PLN dan ketika di BUMN saya lakukan lagi," katanya.
Dahlan mengatakan sampai saat ini, para aktivis mahasiswa masih menuntut dua hal itu. Dahlan mengaku malu pada dirinya sendiri jika institusinya didemo lagi oleh mahasiswa dengan tuntutan yang sama. "Saya sangat malu kalau didemo," katanya.
Selain menghindari celah untuk praktek korupsi di institusinya. Dahlan pun harus bergegas merubah wajah birokrasi BUMN.
"Dulu saya kira birokrasi itu jarang rapat. Ternyata sangat rajin rapat dan bisa sampai pagi. Sayangnya jarang ada hasilnya," katanya.
Guna merubah gaya birokrasi, menteri Dahlan akhirnya mengurangi 50 persen rapat. Sehingga memperbanyak waktu untuk mengeksekusi hasil rapat. "Rapat yang tidak terlalu penting ditiadakan," katanya.
Selanjutnya, Dahlan melihat lembaga di bawahnya diberatkan dengan berbagai macam laporan. Membuat dan memeriksa laporan itu, menurut Dahlan membutuhkan tidak sedikit waktu. Akhirnya ia memangkas 50 persen laporan-laporan yang diwajibkan ke Kementerian BUMN. "Membuat laporan kok disebut pekerjaan," katanya.
Selain itu menteri Dahlan juga memberikan sekitar 28 kewenangan menteri BUMN ke lembaga di bawahnya. Dahlan mengaku terlalu banyak kewenangan yang ia miliki sebagai menteri. Dahlan berharap dengan kewenangan itu, birokrasi yang ia pimpin bisa berjalan cepat. "Ini yang sedang diinterpelasi di DPR," katanya.
Dahlan juga mengaku sedikit kaget saat pertama pimpin PLN. Dirinya yang tidak memiliki atasan di perusahaan swasta, tiba-tiba memiliki banyak atasan. "Saat di Jawa Pos, jangankan yang tertulis yang saya katakan saja dipatuhi," kata Dahlan.
Dahlan mengaku di PLN memiliki banyak atasan, termasuk menteri BUMN dan presiden. "Untungnya keinginan mereka berbeda-beda," katanya. Dengan begitu Dahlan bisa kembali menjdi dirinya sendiri.

Minggu, 03 Juni 2012

NASIONAL - HUMANIORA Minggu, 03 Juni 2012 , 05:50:00 Eselon III dan IV Pemda Masih Aman Tidak Terkena Penghapusan seperti di Pusat

JAKARTA - Penghapusan jabatan eselon III dan IV yang diserukan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) belum sepenuhnya dipahami para pejabat. Karena itu, lembaga ini merasa perlu menjelaskannya lebih detail.

Wakil Menteri PAN-RB Eko Prasojo mengatakan, program penghapusan eselon III dan IV mulai dijalankan tahun ini. "Tujuannya untuk memindahkan orientasi pegawai dari jabatan struktural ke jabatan fungsional," tandas guru besar UI itu.

Menurutnya, pegawai nantinya diharapkan bisa fokus pada pekerjaan melayani masyarakat. Sedangkan PNS yang menduduki jabatan struktural kurang berkaitan langsung dengan pelayanan itu. Selain itu, penghapusan diharapkan mampu mengurangi biaya yang tidak diperlukan untuk memberikan fasilitas dinas dan jabatan kepada pejabat eselon III dan IV.

Deputi Kelembagaan Kemen PAN-RB Ismadi Ananda menjelaskan lebih rinci malasalah ini. "Tentu saja ada yang resah dan gelisah terkait program ini," ujarnya.

Berdasar catatan Kemen PAN-RB, pada 2010, di 34 kementerian saat ini ada 5.102 PNS yang menduduki jabatan eselon III dan 12.856 PNS duduk di jabatan eselon IV. Menurut Ismadi, jabatan eselon III dan IV yang bakal dihapus ini khusus pada unsur pelaksana di instansi pusat atau kementerian. "Jadi saya tegaskan, program ini belum menyentuh pemerintah daerah," katanya. Dengan demikian, jabatan eselon III dan IV mulai dari pemprov, pemkab, dan pemkot untuk sementara aman.

Merujuk pada Undang-undang tentang Kementerian Negara, unsure-unsur di kementerian yang tertinggi adalah pemimpin atau menteri. Selanjutnya unsur pembantu pemimpin yaitu sekretariat jendral.

Kemudian di tingkat bawahnya lagi adalah pelaksana tugas pokok yaitu direktorat jenderal. Lalu unsur pengawas yaitu inspektorat jenderal. Selanjutnya unsur pendukung yaitu badan atau pusat. Dan paling buncit adalah unsur pelaksana tugas pokok di daerah-daerah atau di luar negeri. "Nah yang dihapus itu eselon III dan IV di unsur pelaksana dan unsur pendukung," kata Ismadi. Eselon III dan IV di luar dua unsur itu, masih aman dari program penghapusan.

Ismadi menjelaskan, di antara jabatan eselon III dan IV di unsur pelaksana dan unsur pendukung yang akan dihapus adalah kepala sub direktorat, kepala seksi, dan kepala sub bidang. Dengan demikian, PNS-PNS yang menduduki jabatan itu harus legawa lengser karena jabatan mereka dihapus.

Menurut Ismadi, pemerintah tidak hanya menjalankan program penghapusan ini begitu saja. Tetapi sejak awal sudah menyiapkan upaya untuk memberikan kompensasi bagi PNS yang menduduki jabatan-jabatan tersebut.

Kompensasi yang paling utama adalah, pemerintah menambah pos jabatan fungsional. Saat ini jabatan fungsional ada 116 unit. Nah, ketika jabatan eselon III dan IV itu dihapus, jabatan fungsional ditambah menjadi sekitar 200 unit.

Menurut Ismadi, jabatan fungsional yang akan digenjot keberadaannya adalah analisis jabatan, analisis pegawai, analis keuangan, dan auditor. Dengan adanya jabatan analis-analis ini, diharapkan bisa mempermudah kementerian untuk mengusulkan pegawai baru.

Meski demikian, ada juga sejumlah jabatan eselon III dan IV di kementerian yang dipertahankan. "Karena memang masih dinilai sangat berkaitan dengan layanan kepada masyarakat," katanya. Jabatan eselon ini antara lain, kepala kantor imigrasi, kepala kantor pertanahan, dan kepala UPT-UPT lainnya yang berkaitan langsung dengan layanan masyarakat. (wan/nw)

Jumat, 11 Mei 2012

Metting Lanjutan Progres Muswil II NW Kepulauan Riau 10 Mei 2012.

Batam, siang selepas jum'atan tadi Panitia Muswil II Nw Kepri bersama Abituren, Simpatisan NW bersama Pencinta ikut menghadiri Rapat lanjutan untuk membahas mekanisme dan persiapan acara yang diadakan pada tgl 8 s/d 10 Juni 2012 mendatang. melalui saran Drs. H. M.Sahir " Salah satu kandidat Calon Pengurus Wilayah NW Kepulauan Riau dan Juga Asisten III Wali Kota Batam memberikan saran kepada panitia dan peserta Muswil II NW Kepri agar Muswil Jangan Mengadakan Pemilihan Parpol saat ini. lebih baik secara aklamasi sehingga pemilihan berjalan dengan lancar.
Ridwan. S.pdI Menyapaikan komentarnya menjelang rapat Tsb.
bahwa calon kandidat PWNW 2012-2017 mendatang antara lain:
1. Sepuddin MAG
2. Drs. H.M.Sahir
3. SAharuddin.S.SosI
4. DR. H. Nasruji
5. Sanaan
6. H.Handarlin
7. Ahard Sulaiman
sekretaris Panitia Muswil II NW KEpri Pahmarrazi Yasri mendukung ungkapan yang di sarankan oleh Asiten III wali kota Batam tersebut.
(ARZ/himmahnews)

Minggu, 29 April 2012

Sabtu 28 April 2012 MUSYAWARAH WILAYAH DAN DAERAH NW KEPRI


Batam, Sekertaris Umum Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan Kepri Saharuddin, S.SosI angkat bicara soal perombakan PWNW kepri pada acara hiziban rutin bulanan warga nw dibatam . Acara ini berlangsung setelah selesai mengadakan pembacaan hizib nahdlatul wathan  oleh warga nw dan para abituren nw yang telah didirikan oeleh Syakh Zainuddin AM tersebut.  
Atas instruksi PBNW Dr. Hj. Siti Raihanun ZAM melalui layangan surat  keputusan nomor : 8-A /PBNW/B/I/2012 lalu. Saharuddin , yang juga selaku Pengasuh Yayasan Islamic Centre NahdlatulWathan Batam,  Abituren dan Simpatisan NW bersama-sama mengambil kesepakatan untuk membentuk panitia Musyawarah Wilayah II Kepri periode 2012- 2016 dan musyawarah daerah III 2012-2016.
Al hasil, terpilihlah Ridwan sebagai ketua panitia, dan sekertaris Pahmarrazi , Wakil ketua Saharuddin dan Bendahara Marzuki. Pada ajeng pemilihan  pemimpin ini kedepannya, tercetus ungkapan motto “ BERSATU KITA BISA “dari Rosydi Nato Pimpinan Yayasan Indanul Madani Nahdaltul Wathan Batam. (ARz/himmahnews)

Jumat, 27 April 2012

Hasil Otopsi: Mata, Otak, Ginjal, dan Jantung Herman Hilang - Kamis, 26 April 2012 12:19 WIB

TRIBUNNEWS.COM, MATARAM - Kecurigaan atas jasad tiga TKI asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang dikembalikan ke pihak keluarga dengan jahitan di sejumlah tubuhnya terbukti. Hasil otopsi terhadap jenazah Herman yang dilakukan tim dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Nusa Tenggara Barat, Kamis (26/6/2012) mendapatkan sejumlah organ tubuh Herman hilang. Organ tubuh yang hilang adalah mata, otak, jantung dan ginjal.
Rustam, salah seorang keluarga Herman yang mengikuti proses otopsi mengatakan, isi kepala Herman diganti dengan daging. Ia tidak tahu daging apa yang dimasukkan ke dalam kepala Herman. Keterangan Rustam diperkuat oleh Rupani, ayah Abdul Kadir Zailani.
Otopsi dilakukan di lokasi pemakaman Herman dan Abdul Kadir Zailani di Dusun Pancor Kopong, Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Proses otopsi terhadap Herman saat ini sudah selesai dilakukan. Jasadnya telah kembali dimakamkan. Sampai berita ini diturunkan, tim dokter tengah melakukan otopsi terhadap jasad Abdul Kadir Zailani.
Belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang. "Otopsi terhadap Herman sudah berjalan, keluarga diminta menyaksikan. Besok akan dilanjutkan otopsi berikutnya," kata Kepala Polda NTB Brigjen Arif Wachyunadi. Ia menyampaikan, kepolisian akan memberikan keterangan resmi setelah seluruh proses otopsi selesai.
Diberitakan sebelumnya, tiga orang TKI dari Desa Pringgasela Selatan dan Desa Pengadangan, Lombok Timur, dipulangkan dari Malaysia dalam keadaan tak bernyawa pada 5 April lalu. Mereka dilaporkan tewas akibat tembakan.
Pihak keluarga merasa curiga ketiga TKI itu menjadi korban perdagangan organ tubuh karena kondisi jenazah yang tidak wajar. Di antaranya, pada setiap jenazah terdapat jahitan di bawah mata serta di bagian dada dan perut. Mereka menduga organ tubuh ketiga TKI diambil sebelum ketiga jenazah itu diserahkan pada keluarga.