Tampilkan postingan dengan label maulana Syaikh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label maulana Syaikh. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Maret 2013

WACANA PEMBENTUKAN ALUMNUS MA'HAD DARUL QUR'AN WALHADIST NAHDLATUL WATHAN SEKALA NASIONAL KEMBALI MENCUAT Pahmarrazi 30 Maret 2013 : 00:44

Batam Kepri. Pembentukan Ikatan Alumni Ma'had Darul Qur'an Walhadist dan Cendikiawan Nahdlatul Wathan kembali mencuat oleh para alumnus mutaharrijin/jat yang ada diBatam. yang di awali dengan pertemuan para tokoh alumnus Ma'had DQH 30 Maret 2013 tadi malam. Wacana Pembentukan ikatan Alumni ini, akan memberikan sinergi bagi mutaharrijin/jat dan cendikiawan Nahdlatul Wathan diseluruh Indonesia. dalam sambutan Tokoh central Alumnus MDQH DR.H.Nasruji Saipul Haq. MM,MA mengatakan" Ikatan Alumni Ma'had Darul Qur'an Wal-Hadist dan Cendikiawan Nahdlatul Wathan akan mampu menyaingi organisasi lain dalam sekala nasional karena sudah terisi oleh jutaaan kader alumni yang telah lulus dari Ma'had Darul Qur'an Wal-Hadist Almadjidiyah Assyafi'iyah Nahdlatul Wathan." melalui kader alumnus bikinan bapak Maulana Syaikh, TGKH. Zainuddin Abdul Madjid Alanfanani ini, mampu mengubah moral anak bangsa dan memberikan sumbangsih bagi semua orang islam diseluruh indonesia bahkan diseluruh dunia. dengan modal keyakinan dan do'a yang tertera dalam hizib Nahdlatul Wathan Wansyur, wahfazh waaid Nahdlathal wathani fil alamin bihaqqi muhammadin SAW. yakni dengan inti sarinya sebarluaskan Nahdlatul Wathan Dimuka Bumi ini untuk islam. kendati demikian,akan diadakan rapat lanjutan dengan membahas Mubes 1 setelah bertandang kerumah Pengurus wilayah dan Daerah Nahdlatul Wathan Kepri. pertemuan ini diakhiri dengan musyafahah dengan sesama kader alumni MDQH diBatam. (arzred)

Jumat, 09 Maret 2012

Sejarah Pendidikan Maulana Syaikh

Sejak umur 5 Tahun TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sudah mulai belajar membaca Al-Qur’an dan dasar-dasar ilmu agama dari ayahnya dan pada umur 8 tahun beliau masuk Sekolah Rakyat 4 tahun di Selong. Sekolah Rakyat adalah sejenis SD yang sekarang. Setelah empat tahun kemudian beliau menamatkan Sekolah Rakyat dengan nilai yang bagus. Beliau juga belajar Nahwu, Sharaf,dan Ilmu-ilmu Keislaman lainnya pada TGH. Syarafuddin Pancor dan TGH.Abdullah bi Amak Dulaji Kelayu.
TGKH. Muhammad Zaiuddin Abdul Madjid sangatlah taat pada seluruh perintah aya, ibu, dan guru-gurunya. Setiap kali akan berangkat ke sekolah atau mengaji dia selalu pamit (mohon izin kepada ibu/bapaknya ) sambil bersalaman dan mencium tangan orang tuanya. Kemudian orang tuanya, terutama ibunya mendo’akannya dengan ucapan “ mudah-mudahan engkau “Gep” mendapat ilmu yang barokah. Setelah ibunya berdo’a barulah dia berangkat sambil mengatakan “amin”. Pada tahun 1321 H./1923 M. TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid berangkat ke Tanah Suci Makkah untuk menuntut Ilmu Keislaman. Beliau di antar langsung oleh ayahnya TGH. Abdul Madjid dan ibunya Hj. Halimatussa’diyah. Bahkan ibunya lansung menemaninya di Tanah Suci sampai wafat, di Tanah Suci dia di makamkan di Mua’la Makkah. Di Tanah Suci Makkah mula-mula TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid belajar di Masjidil Haram kemudian di Madrasah Shaulatiyah Makkah dan juga di rumah guru-guru beliau. Beliau sangat tekun dan rajin sehingga beliau berhasil meraih nilai yang paling tinggi diantara semua teman-teman seangkatannya. Sehingga beliau sangat di sayang oleh guru-gurunya seperti Syaikh Hasan Muhammad Al-Masysyath, Syaikh Sayyid Amin Al-Kutbi, Syaikh Salim Rahmatullah dan lain-lain.